Kontroversi di Lapas Kelas IIA Pekanbaru: Barang Titipan Bebas Masuk Tanpa Pemeriksaan Xtray

Capture video barang masuk ke Lapas Kelas IIA Pekanbaru tanpa pemeriksaan X-Ray, Kamis (19/2/2026). (Foto: Dri)

PEKANBARU – Sebuah skandal besar terungkap di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, di mana barang-barang titipan dapat masuk ke dalam Lapas tanpa melalui pemeriksaan Xtray yang ketat. Berdasarkan pantauan Riaukepri Update, Kamis (19/2/2026), beberapa orang dapat membawa barang-barang tersebut masuk ke dalam Lapas tanpa pemeriksaan yang memadai.

Petugas Lapas Pekanbaru membebaskan barang-barang tersebut tanpa memeriksa isi dan jenis barang, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan integritas Lapas.

Jopri Sinaga, Humas Lapas Pekanbaru, mengklaim bahwa barang-barang tersebut adalah logistik untuk kebutuhan koperasi dan telah diperiksa oleh petugas koperasi di dalam.

Namun, Jopri tidak dapat menampik bahwa barang-barang tersebut tidak melalui proses pemeriksaan Xtray.

Hal ini bertentangan dengan aturan Ditjenpas/UU Pemasyarakatan yang mewajibkan penggunaan mesin Xtray untuk meningkatkan keamanan dan mencegah masuknya barang terlarang.

Sementara itu, Lapas Pekanbaru telah dua kali tersandung kasus berat, yaitu pengendalian narkoba dari dalam Lapas, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas sistem keamanan yang ada. Yuniarto, Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, belum memberikan tanggapan atas kasus ini.

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan dan integritas Lapas, serta mempertanyakan kemampuan petugas Lapas dalam menjalankan tugasnya. Jika memang benar bahwa barang-barang dapat masuk ke dalam lapas tanpa pemeriksaan yang memadai, maka ini merupakan kegagalan besar dalam sistem keamanan Lapas.

Pertanyaan yang muncul adalah, apa yang sebenarnya terjadi di dalam lapas? Apakah ada konspirasi besar yang melibatkan petugas Lapas? Dan apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan integritas Lapas?

Riaukepri Update telah mencoba menghubungi Yuniarto, Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, untuk meminta tanggapan atas kasus ini, namun belum ada jawaban. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.

Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan dan pengendalian yang dilakukan oleh pihak berwenang. Bagaimana bisa barang-barang dapat masuk ke dalam lapas tanpa pemeriksaan yang memadai? Apakah ada kelemahan dalam sistem keamanan Lapas? Dan apa yang akan dilakukan untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa depan?

Riaukepri Update akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat. Kami juga mengajak masyarakat untuk ikut memantau dan melaporkan jika ada kasus serupa terjadi di tempat lain. (dri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP