PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menargetkan Kota Pekanbaru bebas stunting dalam waktu dekat. Komitmen ini disampaikan sebagai kelanjutan dari keberhasilan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menangani lebih dari 3.000 kasus stunting pada 2025.
Agung Nugroho menekankan pentingnya strategi kolaborasi dengan dunia usaha dan sektor swasta untuk mencapai target tersebut, mengingat keterbatasan anggaran daerah.
“Kita targetkan Pekanbaru bisa zero stunting. Ini adalah misi kemanusiaan untuk menyiapkan generasi masa depan yang tangguh,” ujarnya.
Pemko Pekanbaru membentuk Badan Stunting Pekanbaru yang mengedepankan pola kerja sama “Bapak Angkat” atau “Bapak Asuh” anak stunting. Perusahaan-perusahaan di Pekanbaru diajak berkontribusi langsung dalam pembiayaan asupan gizi anak-anak yang terindikasi stunting.
Biaya intervensi satu anak stunting adalah Rp1.200.000 per bulan selama tiga bulan. Dana tersebut dikelola oleh tim pelaksana di lapangan dan disalurkan langsung kepada anak-anak penerima manfaat melalui kader posyandu.
Agung Nugroho berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dapat menjadi percontohan nasional dalam penanganan stunting secara swadaya.
“Tugas kita adalah memastikan setiap anak di Pekanbaru tumbuh sehat tanpa kekurangan gizi,” pungkasnya. (win)












