PEKANBARU – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pekanbaru (BBPOM) bersama lintas sektor melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dalam rangka Intensifikasi Pengawasan Pangan Ramadan di Pasar Takjil Jalan WR Supratman dan Pasar Takjil Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Pekanbaru.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan bahan pangan selama bulan Ramadan di Provinsi Riau, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait keamanan obat dan makanan, kosmetik, pencegahan stunting, serta pencegahan resistensi antimikroba.
Kepala BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander, mengatakan bahwa momentum Ramadan menjadi perhatian khusus karena meningkatnya aktivitas penjualan pangan, terutama di pasar takjil.
“Kami ingin memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat aman dari bahan berbahaya,” katanya.
Petugas melakukan sejumlah langkah pengawasan, antara lain pengambilan sampel pangan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya dan pengujian terhadap empat parameter bahan berbahaya menggunakan rapid test kit, yakni Formalin, Boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow.
Dari total 22 sampel pangan yang diuji di kedua pasar takjil tersebut, seluruhnya dinyatakan tidak terdeteksi mengandung bahan berbahaya seperti Formalin, Boraks, Rhodamin B, maupun Metanil Yellow.
BBPOM Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk tetap menjadi konsumen cerdas dengan selalu menerapkan prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan, terutama selama Ramadan.
Edukasi juga diberikan secara langsung kepada pedagang dan masyarakat di kedua lokasi pasar takjil, termasuk penyebaran leaflet bertema “Waspada 4 Bahan Berbahaya pada Pangan”, “Cek KLIK sebelum Berbelanja”, “BPOM Mobile”, “Pencegahan Resistensi Penggunaan Antimikroba”, “Bahan dalam Kosmetik”, serta “Cegah Stunting itu Penting”.
BBPOM Pekanbaru akan terus melakukan pengawasan dan edukasi untuk memastikan keamanan pangan di Provinsi Riau, terutama selama bulan Ramadan. (win)












